Selasa, 08 Juni 2010

MP, expert back RI-S. Korea jet fighter project

Planned cooperation between Indonesia and South Korea to start a joint project on jet fighter production received strong support from a lawmaker and researcher here on Friday but they warned that it will need to undergo feasibility studies.

“The joint cooperation is good for Indonesia because it will help us revitalize our defense industry.

However it is strongly recommended both countries conduct thorough feasibility study,” Kemal Azis Stamboel, lawmaker from the House of Representatives Commission I overseeing defense and intelligence told The Jakarta Post on Friday.

Kemal added that among points to be looked into in the study would be an assessment of possible future conflict between the two countries.

“This policy applies for all potential partner countries because of course we don’t want to be caught out if it occurs,” he added.

Initiated during a visit to Indonesia by South Korean President Lee Myung-bak last year, both countries are now gearing up to sign a Memorandum of Understanding (MoU) for the fighter production, which will be called “KFX project”.

According to secretary-general of the Defense Ministry Deputy Marshal Eris Haryanto, the MoU is likely to be signed at the end of this year. After the signing, a joint team comprising experts from both countries will be formed.

This team would be tasked with building five prototypes of the aircraft before 2020. After achieving the break even point target of 200 units, the aircraft will be ready for mass production.

Military expert from the Indonesian Institute of Sciences Jaleswari Pramodhawardani said the project offers Indonesia a rare chance to develop its defense industry.

“There is always a risk in everything but in my opinion we should take this risk,” she said.

However, she said the project would cost a huge part of the budget, meaning the Indonesian Military may have to work hard to convince lawmakers to grant funding.

Under the MoU, Indonesia will shoulder 20 percent of the initial budget of US$8 billion, which Kemal described as “reasonable”.

The joint project is widely seen as a pilot project for Indonesian military in revitalizing defense industry.
The Indonesian military is now perfecting an draft paper on boosting the country’s defense industry.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/06/05/mp-expert-back-ris-korea-jet-fighter-project.html

Kamis, 03 Juni 2010

Wacana Kerjasama Pembuatan Pesawat Tempur


Dikesempatan yang sama Marsekal Madya Erris Herryanto juga mengungkapkan Kemungkinan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoA) dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur dimana Kesepakatan studi kelayakan telah ditandatangani tahun 2009 lalu.

Pada Maret 2009 telah dilakukan penandatanganan letter of intent (LoI) tentang kerja sama pertahanan di bidang proyek pesawat tempur ditandatangani oleh Sekjen Dephan Sjafrie Sjamsoeddin dan Commisioner of Defense Acquisition Program Administration Korsel Byun Moo-keun.

Pemerintah kemudian membuat studi kelayakan pada Juli 2009 dan sepakat untuk melanjutkan pada tahapan selanjutnya. Dalam studi itu disebutkan, Indonesia layak untuk berpartner membuat pesawat tempur. Spesifikasi pesawat tempur dengan kode KFX ini kira-kira berada di atas F-16, tetapi di bawah spesifikasi F-35.

Menurut Erris, langkah tersebut merupakan suatu kemajuan karena tidak banyak negara yang bisa membuat pesawat tempur. Apabila memiliki pabrik pesawat tempur, Indonesia tidak akan bergantung lagi kepada negara lain.

Menurut Erris, masalah komitmen dan perjanjian secara rinci tengah dibahas. Namun, tidak ada perbedaan yang mencolok. Saat ini tengah disusun isi perjanjian di antara kedua belah pihak. Erris belum bisa merinci beberapa hal yang tertuang dalam perjanjian itu, termasuk apa saja yang akan diperoleh Indonesia dan apa saja yang harus disediakan. ”Yang jelas, kita punya PT Dirgantara Indonesia dan tenaga ahli,” kata Erris.

Nilai proyek ini mencapai US$8 miliar dimana Indonesia diharapkan dapat memberikan porsi 20 persen dari total proyek dengan jangka waktu R&D hingga tahun 2020. Diharapkan pada tahun 2020 sudah bisa disiapkan lima prototipe pesawat. Akan tetapi, belum ada kesepakatan soal pembiayaan tersebut. Dan pemerintah sendiri belum menganggarkan kebutuhan dananya.

Sumber : PRIMAAIR-ONLINE/KOMPAS/MEDIA INDONESIA

Rabu, 02 Juni 2010

Kisah Keoknya Pasukan Komando Israel

TEMPO Interaktif, Yerusalem - Pasukan komando Israel sudah lama dikenal sebagai pembunuh andal. Mereka mampu bergerak cepat dan mematikan. Tapi, dalam operasi di geladak kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara, Minggu subuh lalu, sesungguhnya pasukan ini gagal total.

Keberhasilan mereka membunuh sekurangnya 10 aktivis harus ditebus dengan kemarahan dunia. Mereka juga harus menanggung malu karena dua anggota pasukan khususnya terluka parah akibat perlawanan para aktivis yang tidak bersenjata.

Bagaimana kegagalan ini terjadi? Ynetnews, harian Israel, menyebutkan kegagalan sudah terjadi ketika pasukan diterjunkan dari helikopter. Teori dasar yang diajarkan pada pasukan khusus itu adalah, jangan pernah bergerak sendirian, usahakan selalu bersama anggota pasukan lain.

Teori itu tak berlaku di geladak Marmara. Mengira tak akan mendapat perlawanan sengit, pasukan komando turun satu demi satu dari helikopter, menggunakan tali. Di bawah, tentu saja mereka tidak disambut kalungan bunga. Yang mereka terima adalah serbuan puluhan aktivis yang menggebuk dengan berbagai senjata seadanya, dari kayu, besi, hingga kunci Inggris.

Dengan susah payah semua anggota pasukan komando ini akhirnya berhasil mendarat. Tapi kondisi mereka sudah babak-belur. Dua di antaranya bahkan pingsan, dan senjatanya dirampas.

Merasa terdesak, komandan pasukan memerintahkan menembak dengan peluru karet dan melemparkan granat pengejut. Ini pun tak membuat ratusan aktivis di geladak gentar. Mereka makin bersemangat melawan. Saat pasukan makin terpojok inilah, perintah maut itu dikeluarkan: gunakan peluru tajam. Rentetan tembakan segera melumpuhkan belasan aktivis dan menewaskan sekurangnya 10 orang.

Lembaga analisis intelijen Debka, yang berbasis di Yerusalem, menyebutkan bahwa pasukan komando itu memang kagok. Mereka bukan pasukan antihuru-hara. Mereka adalah pasukan pembunuh. Ketika menghadapi perlawanan para aktivis, mereka bingung karena diminta tidak mengambil alih kapal dengan menimbulkan korban jiwa. “Bahkan polisi perbatasan Israel yang biasa menangani orang-orang Palestina lebih terlatih dari pasukan khusus itu,” demikian Debka menulis.

Pertanyaan yang juga muncul adalah: mengapa pasukan komando itu tidak melakukan operasi diam-diam saja, misalnya menyabotase mesin kapal sehingga bisa diambil alih? Ternyata opsi ini sempat dipikirkan saat operasi dirancang, tapi tak dipakai karena kapal Mavi Marmara terlalu besar. Jika mesin kapal disabot, sulit buat pasukan Israel untuk menyeret kapal besar itu ke wilayah mereka. Maka, jadilah opsi penerjunan yang kemudian membawa bencana itu yang dipilih.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutkan, pasukan komando dalam posisi membela diri karena diserang. Untuk memperkuat argumen ini, Departemen Pertahanan Israel kemudian merilis rekaman video penyerbuan. Argumen yang aneh, karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal. Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri.

sumber: http://tempointeraktif.com/hg/timten...252012,id.html

[game]Supreme Ruler 2020 + Superpower II [jadikan indonesia menjadi negara super power]

bagi yg suka game politik,militer,ekonomi,deplomasi,wajib main game ini,disini ada banyak negara yg bisa kita mainkan termasuk indonesia,kita bs membangun apa aja di negara yg kita pilih seperti di dunia nyata.apa yang kita semua impikan bahwa indonesia bs py sukhoi,mig,kapal induk,reaktor nuklir,bom nuklir.ICBM,tank T 90s,menyerang malaysia,australia. dll bs terwujud walau dalam game








semua negara dan peralatan militer nya bener2 ada di dunia nyata
maaf bg yg kurang berkenan
tempat downloadnya :http://www.battlegoat.com/
tempat forumnya : http://www.bgforums.com/forums/

Selasa, 01 Juni 2010

RF First Elven [Private Server Indo]

Hey gamers yg cinta dengan game RF. boleh deh lo coba game RF yg satu ini (RF First Elven).
Ini adalah server ex-RF GauL (server PS RF lokal pertama di Indo) yg berganti nama jd RF First dan sekarang udah update patch menjadi RF First Elven.

Status Server RF First Elven adalah Open Beta !!!
  • exp character, drop rate, minning rate x110
  • exp animus rate x150
  • sell rate x5 (semua item)
  • Friendly Admin dan GM
  • Komunitas Gamers yg solid

Buat kalian yg pengen lebih tau banyak info tentang PS RF First Elven ini kalian bisa langsung aja ke forumnya:
Forum GauL-Community

Buat yg bener2 udah ngebet cari Private Server Lokal RF dan enak dimaenin... gw rekomendasiin nih server..

Cara bermain RF First Elven:

1. Sediakan client RF Online Legend of Elven (2.2.3)
2. Download Patch RF First Elven dan Launcher nya.

Untuk Registrasi ID Game RF First Elven:
- Kirim Email ke alamat registfirst@yahoo.com (pendaftaran paling lama dibalas 1x24jam)


Untuk Info lengkap tentang server RF First Elven anda bisa langsung contact Admin nya: andri_sixfleet@yahoo.co.id & korea_qren@yahoo.com

Ini beberapa Screen Shoot Character dari masing2 bangsa di RF First Elven:

Poin Blank Trainer [Kriss Weapon]

klik disini untuk download

pass : _aldozz_


Trainer HS Kriss S.V D damage normal pas normal juga pas dual bisa.


Trainer HS Kriss S.V damage normal + bonus no recoil & akurasi

PT. DI Tawarkan Pesawat Amfibi Ke Pasar Domestik

Bandung, CyberNews. Pesawat amfibi berkapasitas 12 penumpang yang akan menjadi lini produksi baru PT Dirgantara Indonesia (DI) di luar produksi yang sudah digarap mulai mendapat sambutan hangat dari pasar dalam negeri.

Saat ini, BUMN strategis itu tengah getol melakukan roadshow guna menawarkan pesawat hasil produksi di bawah lisensi pabrikan Dornier, Jerman itu ke pemerintah-pemerintah daerah. Dalam dua bulan terakhir, pabrikan pesawat yang berbasis di Bandung itu menyasar kawasan Indonesia timur.

Kawasan itu dinilai cocok dengan karakteristik pesawat yang dapat menghubungkan antar-kepulauan dan daerah terpencil. "Di Manado, pesawat itu mendapat respon positif, tapi mereka mempertimbangkan dulu segi pendanaannya. Bulan ini kami melakukannya di Mataram," kata Jubir PT DI, Rakhendi Triyatna saat dihubungi di Bandung, Selasa (1/6).

Menurut dia, roadshow itu akan dilakukan selama dua tahun. Sebagai tahap awal, proses pemasaran itu akan digulirkan selama empat bulan ke depan sejak April lalu. Estimasi PT DI, Indonesia membutuhkan sedikitnya 500 pesawat jenis tersebut dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang.

Pesawat itu dapat mendarat dan terbang dengan landasan air seperti laut di samping landasan konvesional. Keberadaannya yang bersifat multifungsi seperti untuk kelancaran fungsi pemerintahan, bisnis, hingga pariwisata dianggap bakal mampu menggerakan roda ekonomi kawasan.

"Desainnya milik Dornier. Begitu ada pesanan, kami tinggal memproduksinya. Satu unit bisa diselesaikan antara 1 sampai 1,5 tahun. Hampir keseluruhan pemda kami garap dalam pemasaran ini. Tak menutup kemungkinan kementerian tertentu menjadi sasaran," jelasnya dalam satu kesempatan.

Dengan keyakinan itu, pabrik pesawat nasional tersebut yakin pesawat multiguna tersebut yang dapat pula difungsikan sebagai angkutan kargo bakal mendapatkan pasar di Tanah Air. Meski demikian, Rakhendi enggan menyebutkan berapa harga yang dilepas bagi satu unit pesawat amfibi yang dikendalikan dua kru itu ke konsumen.

Dia menegaskan pihaknya berpengalaman memproduksi pesawat di bawah lisensi di antaranya BO-105, Superpuma, NC-212, dan N Bell-412. Menurut Rakhendi, pemilihan pesawat produksi lisensi dikarenakan proses pengembangan sebuah pesawat membutuhkan biaya tidak sedikit.

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php...10/06/01/55898

Mengenal Jenis-Jenis Usaha Perikanan

Didalam dunia usaha perikanan dikenal 3 jenis bidang usaha, yaitu usaha perikanan tangkap, usaha perikanan budidaya atau akuakultur serta usaha perikanan pengolahan.

Masing – masing jenis bidang usaha ini mempunyai karakteristik operasional produksi tersendiri yang akan berpengaruh langsung terhadap munculnya berbagai jenis biaya.

Berdasarkan sifatnya, secara umum biaya usaha terdiri dari 3 jenis, yaitu biaya investasi, biaya tetap serta biaya variabel. Berikut ini adalah uraian mengenai bentuk – bentuk pengeluaran yang terdapat diketiga jenis bidang usaha perikanan :

Usaha Perikanan Tangkap

Usaha perikanan tangkap adalah sebuah kegiatan usaha yang berfokus untuk memproduksi ikan dengan cara menangkap ikan yang berasal dari perairan darat (sungai, muara sungai, danau, waduk dan rawa) atau dari perairan laut (pantai dan laut lepas).

Contoh : usaha penangkapan ikan tuna, ikan sarden, ikan bawal laut dan lain – lain. Biaya – biaya yang muncul :

Biaya investasi, meliputi :
  1. Pengadaan kapal atau perahu.
  2. Pengadaan mesin – mesin.
  3. Pengadaan alat tangkap.
  4. Pengadaan alat bantu penangkapan.

Biaya tetap, meliputi :

  1. Pembuatan SIUP.
  2. Pembuatan Pas Biru.
  3. Biaya perawatan kapal atau perahu, mesin, alat tangkap serta alat bantu penangkapan.
  4. Biaya penyusutan.

Biaya variabel, meliputi :

  1. Biaya pembelian oli.
  2. Biaya pembelian BBM.
  3. Biaya pembelian es batu.
  4. Biaya perbekalan melaut.
  5. Biaya retribusi pelelangan ikan hasil tangkapan.
  6. Biaya sistem bagi hasil.

Usaha Perikanan Budidaya atau Akuakultur

Usaha perikanan budidaya atau akuakultur adalah sebuah kegiatan usaha yang bertujuan untuk memproduksi ikan dalam sebuah wadah pemeliharaan yang terkontrol serta berorientasikan kepada keuntungan. Contoh : budidaya ikan lele, ikan gurami, ikan nila, ikan patin dan lain – lain. Biaya – biaya yang muncul :

Biaya investasi, meliputi :

  1. Biaya pengadaan lahan.
  2. Biaya konstruksi kolam.
  3. Pengadaan pompa.
  4. Pengadaan alat bantu penangkapan, seperti jaring.
  5. Pengadaan genset.

Biaya tetap, meliputi :

  1. Pembuatan SIUP.
  2. Pembuatan Pas Biru.
  3. Biaya perawatan kolam, pompa serta alat bantu penangkapan.
  4. Biaya penyusutan.

Biaya variabel, meliputi :

  1. Biaya pembelian benih.
  2. Biaya pembelian pakan.
  3. Biaya pembelian pupuk.
  4. Biaya pembelian kapur.
  5. Biaya pembelian obat - obatan.
  6. Biaya panen.

Usaha Perikanan Pengolahan

Usaha perikanan pengolahan adalah sebuah kegiatan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah yang dimiliki oleh sebuah produk perikanan, baik yang berasal dari bidang usaha perikanan tangkap maupun usaha perikanan budidaya atau akuakultur.

Selain itu, kegiatan usaha ini juga bertujuan untuk mendekatkan produk perikanan ini ke pasar dengan harapan dapat diterima oleh konsumen yang lebih luas. Contoh : pembuatan nugget ikan, bakso ikan dan kerupuk ikan. Biaya – biaya yang muncul :

Biaya investasi, meliputi :

  1. Biaya pengadaan lahan.
  2. Biaya konstruksi bangunan.
  3. Pengadaan alat bantu pengolahan ikan.

Biaya tetap, meliputi :

  1. Pembuatan SIUP.
  2. Biaya perawatan bangunan.
  3. Upah tenaga kerja tetap.
  4. Biaya penyusutan.

Biaya variabel, meliputi :

  1. Biaya pembelian bahan baku berupa ikan.
  2. Biaya pembelian minyak.
  3. Biaya pembelian garam.
  4. Biaya pembelian air.
  5. Upah tenaga kerja harian.

(sumber gambar : flickr.com)